KAJIAN KITAB AL USHUL TSALATSAH – Pertemuan Pertama

0
45

Balikpapan, 20 Februari 2021 

USTADZ AHMAD TAUFIK – Kitab ditulis oleh Muhammad Ibn Abdil Wahab At Tamimi – Disyarah oleh banyak ulama. Yang pada prinsipnya memiliki penjelasan yang sama.

Kata I’lam bermakna perintah harapan penulis buku, doa dari seorang alim atau seorang yang mau mengambil ilmu dari seorang yang dituliskan (hendaknya pengajar mendoakan orang-orang yang mau mengambil manfaat darinya, dengan mendoakan mereka menjadi penghias bagi azatidz).
Wajib bagi semua, wanita dan laki-laki, besar maupun kecil. Wajib di sini merupakan wajib belajar agama dalam sifatnya.

Mempelajari 4 hal yaitu: yang pertama adalah ilmu, mempelajari tentang mengenal Allah (bagaimana seseorang mengenal penciptanya) dan mengenal nabinya shallallahu ‘alaihi wasallam, dan mempelajari/mengetahui agama Islam dalam hal ini dengan dalil.Yang kedua mengamalkannya. 
Ketiga Mendakwahkannya. 
Yang keempat bersabar atas hal yang menyakitkan di atasnya (ketika belajar dan mendakwahkannya) rasa sakit di saat kita mempelajari, mengamalkan dan mendakwahkannya. Siapa yang mendapatkan ilmu yang banyak dalam waktu singkat akan hilang dalam waktu singkat. Semua ada prosesnya dan di dalamnya terdapat kesabaran. Mengamalkan juga butuh kesabaran.

Kesabaran ada tiga, kesabaran atas musibah, bersabar untuk menjalankan ketaatan, bersabar untuk menjauhi kemaksiatan. – Yang menjadi dalil keempat hal tersebut adalah QS Al Asr 1-3 – Andai Allah tidak menurunkan hujjah atas makhluk-Nya kecuali surah ini saja niscaya surah tersebut sudah menjadi cukup.

Berkata Imam Bukhari “Berilmu sebelum berucap dan beramal”. Ilmu itu didahulukan sebelum berbicara dan berbuat – Dan menjadi dalilnya adalah Firman Allah QS Muhammad : 19.

Persoalan ini harus atas mukmin laki-laki dan mukmin perempuan, besar maupun kecil, muda maupun tua, wajib atas mereka untuk mempelajarinya.

Yang pertama, setiap orang hendaknya belajar sehingga ia berada di atas kejelasan dan dia mengetahui agama Allah dimana menjadi sebab ia diciptakan dan dia mengenal agama Allah dimana dia diciptakan karena perkara tersebut dan mengenal Allah. Mengenal Allah dan mengenal agama Islam dengan dalil.

Yang pertama-tama seorang mengetahui siapa Rabbnya. Maka perkara yang pertama seorang ketahui adalah siapa tuhannya, ketika sudah mengenal siapa Rabbnya maka ia berada di atas kepastian, nyata, jelas.

Maka hendaknya dia mengetahui bahwasanya Rabbnya adalah pencipta dan memberinya rezeki dan mengulurkan kepadanya nikmat-nikmat dan dialah yang menciptakan orang-orang sebelum dia dan menciptakan siapa yang setelahnya. Dialah pencipta alam. Alam adalah segala sesuatu yang Allah ciptakan termasuk langit dan bumi dan apa yang ada di dalamnya baik yang memiliki nyawa maupun benda padat maupun cair. Alam adalah selain Allah.

Bahwasanya Allah adalah Tuhan yang benar, sembahan yang benar. Yang mana tidak ada yang berhak untuk diibadahi selainNya selama-lamanya. Tidak malaikat yang dekat dan tidak juga nabi yang diutus, hanya Allah yang patut diibadahi tidak ada selainNya. Tidak jin (banyak diantara kaum muslimin tapi mereka membawa sesajen pada tempat-tempat tertentu karena khawatir jin akan mengganggunya), tidak juga manusia, apalagi patung dan tidak ada yang selain itu.

Ibadah hanya milik Allah, Allah merupakan zat yang disembah dan Dialah yang paling berhak untuk diibadahi Dialah pencipta Al Alamin, Dialah Rabbmu (mencipta, mengatur memberi reski) Dialah menciptakan engkau, maka hendaknya kamu kenali dengan baik masalah yang pertama ini yakni mengenal Allah.

Engkau ketahui Tuhanmu, nabimu, agamamu dengan dalil apa yang difirmankan oleh Allah dan disunnahkan oleh Rasulullah. Ilmu itu adalah apa yang difirmankan Allah dalam Alquran dan apa yang disunnahkan oleh Rasulullah dan selain itu merupakan waswas syaithon.

Mengenal dengan dalil, bukan dengan akal dan tidak dengan ucapan orang tertentu tapi dari Alquran dan Sunnah. Bahkan dengan dalil Alquran dan hadist nabi itulah Islam, dimana kita diperintahkan untuk masuk dan konsisten di dalamnya. Ada usaha untuk belajar di dalamnya dan mengamalkannya dengan sempurna.- Inilah yang dimaksud dengan ibadah. Yang karena sebab itulah manusia diciptakan, dan Allah memerintahkan manusia dalam firmannya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here